Minggu, 21 Mei 2017
Untuk Teman Berlayarku
Senin, 23 Mei 2016
Untuk Kamu Yang Selalu Kekurangan Waktu Tidur Karena Berbicara Denganku.
Dan itu bekerja pada kamu, ketika aku hancur, kamu selalu ada untuk menjadikan apa yang menyakitkan menjadi senyuman. Ketika aku sendiri tak mengerti kenapa segala hal terlihat begitu gelap, kamu merubah opini-opini sedihku menjadi seperti bualan. Kamu sanggup tutupi luka yang menganga itu jadi sebuah taman yang aku harap akan selamanya hidup hingga ujung kehidupan, dan akan kembali tumbuh di kehidupan selanjutnya yang selalu dituliskan dalam kitab-kitab yang aku percaya itu bukan bualan.
Kamu mampu mencintaiku bahkan ketika aku tidak mampu mencintai diriku sendiri, ketika aku bahkan tak percaya jika aku bisa membuat seseorang jatuh cinta. Aku seperti melakukan kemustahilan yang jadi kenyataan.
Aku ingin mencintaimu sekalipun aku paham betul aku bukan sosok yang baik untukmu. Bukan pula yang jadi angan-anganmu. Aku ingin menjadi yang bisa menghapus lelahmu, menjadi satu yang kamu tidak akan pernah bosan untuk bercakap, menjadi alasanmu untuk menua bersama dan menjadi alasanmu untuk jadi seseorang yang lebih dekat dengan Tuhan walaupun aku dan kamu tidak pernah tahu kapan kebaharuan ini berakhir.
Ketika masing-masing kita sebenarnya bisa mendapatkan yang lebih daripada apa yang dipunya. Kamu memilih aku untuk menjadi penyita waktu tidurmu. Memilih aku untuk menjadi alasan yang kamu temui setelah berjam-jam diatas kendaraan. Memilih aku untuk bercerita tanpa aku minta. Dan aku rasa aku memang benar-benar wanita yang paling beruntung sedunia.
Seperti banyak orang mengatakan, mungkin jika ada satu tingkat kata diatas terima kasih kata itulah yang bisa aku ucapkan padamu. Untuk semua yang sudah kamu lakukan untuk untuk ku. Menjadi gadismu itu merupakan keberuntungan tersendiri buatku. Dan aku harap akan selalu seperti itu.
"aku ingin tetap bersamamu sekalipun kamu dituliskan bersama orang lain tapi bukankah masing-masing kita bisa menulis takdirnya sendiri" katamu.
Minggu, 16 Februari 2014
Karna hatiku kamu tata kembali.
Ah, kamu. Setelah kesakitan dan dentuman keras yang melucuti pasrah hatiku kamu datang tanpa diminta. Kamu memaksa aku kembali melihat hari esok dengan kamu sebagai alasan terkuatnya. Kamu ulurkan tangan padaku yang hampir rapuh dibuat menangis tiap malam karena seseorang yang sampai derik ini aku tak bisa lupa.
Aku berkali kali mencoba pergi darimu karena tak ada sedikitpun hak atasku untukmu. Lebih tepatnya aku memang tak pantas untuk berada ditiap malam mu. Tapi terimakasih karena kamu tak pernah gagal membuatku tertawa. Kamu tak pernah gagal mengindahkan hari-hariku. Kamu mampu membuatku lupa akan isak ku yang kehilangan sosok yang sampai detik ini kadang ku rindu.
Yang jelas, kamu memunguti hatiku yang berserakan di masa lalu. Kamu jelas memperbaikinya dan menyatukan potongan potongan yang mulai kisut itu. Perlahan bayangan yang ada didalamnya terisikan oleh manisnya aksara aksara darimu. Kesakitan yang ku kira takan berakhir kamu patahkan dengan menempatkanmi di sudut terbaru yang paling aku perhatikan disisiku. Karena aku tau kini kamu adalah sebagian dari aku.
Entahlah, entah potongan itu nantinya kamu hempaskan lagi untuk kemudian dipunguti sosok lain atau akan kau jaga kau simpan baik-baik hingga masanya Tuhan berkata iya untuk kita berdua. Tapi yang pasti, kamu telah menambal luka-luka menganga yang perihnya masih mebuatku trauma untuk kembali mencinta.
Tuan, kamu hadir disaat aku butuh pundak untuk menangis. Kamu hadir disaat aku kesepian tiap tengah malam dan kini kamu mampu mengisinya dengan segala candamu yang ada dalam daftar kelasku. Tak terlalu rendahan untuk dibilang garing. Tak terlalu tinggi untuk membuatku kebingungan. Ah, semua hal tentangmu benar benar apa yang aku butuhkan.
Tuan, lima bulan berjalan. Mengenalmu sampai detik ini adalah keindahan. Bukan masalah kamu tampan. Tapi kejujuranya adalah kamu mampu memberiku kenyamanan. Mampu membungkam semua kesedihan. Mampu menata jalan sehingga aku lupa rasanya diabaikan.
Kamu beritahu aku bahwa aku memang seharusnya meninggalkan apa yang membuatku terasa terbuang. Kamu beritahu aku tak sepantasnya aku berjuang sendirian. Kamu ajari aku bahwa hidup bukanlah untuk jadi seorang pesakitan. Karena itu tuan aku bahagia punya kau disini dan semampuku tak akan kau aku lepaskan.
Tapi jika Tuhan tidak berkata iya untuk kita berdua. Kamu telah mengajari aku untuk tidak terlalu mencintai agar suatu hari sanggup untuk melepaskan. Bahkan mungkin dirimu seorang.
Kamu sempurna buatku. Kamu gantikan dia yang menghabisi bahagiaku. Tetaplah disini. Ditiap malamku. Hingga suatu hari Tuhan berikan jawaban atas kita berdua. Untuk berpisah atau bersatu.
Karena dalam lauful mahfudz, mungkin saja namaku dan namamu ada untuk menjadi satu.
Minggu, 02 Februari 2014
Mario Balotelli
Aku tidak pernah menyangka nantinya kita akan sedekat ini mengingat bagaimana percakapan awal kita terjadi. Aku tidak pernah menyangka akan punya kamu di malam malamku dari pertama semenjak aku benar benar kehilangan dia disisiku. Aku tidak pernah menyangka jika kini aku benar benar lupa masalaluku untuk kemudian disibukan memikirkanmu.
Tampan, bohong jika rasanya aku biasa saja terhadapmu. Bagaimana hatiku bisa bilang biasa jika tiap malam kita berjuang melawan kantuk untuk bisa berbicara sedikit lebih lama. Bagaimana bisa hatiku bilang biasa jika candamu sendiri tak pernah gagal membuat aku tertawa. Kamu terlampau sempurna.
Kamu ingat ketika pertama kau tanyakan aku apa laki lakiku tak marah karna kita terlampau sering berbicara bersama. Waktu itu aku kelewat bahagia hingga tau faktanya jika kau punya gadismu sendiri. Hingga aku tau rasanya ini salah dan aku tak mau menyakiti.
Tampan. Aku sudah melewati hari dimana aku cemburu tanpa bisa menunjukan kepadamu. Hari dimana ketika gadis gadis disekolahmu tak henti membicarakan tentang kamu. Aku tak pernah menyangka penggemarmu bisa sebanyak itu. Aku tidak pernah mengira kamu sepopuler itu. Gadismu beruntung pernah atau sedang punya kamu. Termasuk aku.
Tuan. Perasaanku sudah terlampau jauh buatmu. Ketika bagaimana aku benar benar menangis hingga sesak untuk kemudian sadar aku salah terhadap gadismu. Ya, salah karena aku punya kamu ditiap malamku. Aku sadar penuh kau milik orang lain tapi aku tak pernah mengindahkan itu hingga harusnya kini aku melepaskanmu.
Kamu bertanya kenapa semua jadi begini padahal kamu alasan nomor satu kenapa aku pergi. Ah sudahlah kita tak boleh bersama lagi. Aku tak ingin bahagia diatas kesedihan gadismu. Bagaimanapun aku bukan siapa siapa buatmu.
Tuan. Terimakasih untuk selalu ada di tiap malamku. Teimakasih untuk membuatku lupa atas semua sakitku. Gadismu mencintaimu lebih dari aku. Dia merindukan pertemuan denganmu lebih dari aku. Aku hanya cukup beruntung bisa jadi bagian di hari hari lalumu.
Tuan. Jaga dirimu. Sebentar lagi mau turnamen ya? Aku ingin sekali melihatmu. Menyemangatimu. Tapi sejauh ini yang bisa aku lakukan hanyalah mendoakanmu. Aku tak pernah tau ternyata menyakiti itu lebih sakit daripada disakiti. Tapi memang salahku yang tak mengindahkan rambu.
Tuan. Aku akan selalu rindu kata 'hai' mu. Aku akan selalu rindu 'PING!!!' darimu. Tapi aku sadar kau terlampau sempurna buatku. Kau punya gadis yang sama sempurna sepertimu. Dia mencintaimu dan aku kembali semu.
Aku belajar bagaimana caranya mencinta dan membiarkan yang seharusnya bahagia berbahagia. Aku belajar jika kehilangan bukanlah alasanku untuk berhenti mendoakan.
Untuk kamu yang namanya aku sematkan dalam sujudku. Um, Mario Balotelli. Hehe.
Senin, 06 Januari 2014
Untuk Semua Keajaiban Dihidupku.
Aku pernah meminta Tuhan untuk memberiku keajaiban karna begitu keras hidupku atas apa apa yang Ia takdirkan. Aku mengaduh mengeluh kesakitan atas apa apa yang selama ini aku jalankan.
Aku, memang selalu punya canda yang aku tunjukan kepada orang orang. Dengan ribuan tumpahan air mata yang aku selipkan dibalik tiap senyuman. Aku ahli dalam sandiwara. Jika kau mau tahu kepribadianku memang ganda.
Terkadang aku bisa menjadi sendingin es menghadapi orang orang tak tahu aturan yang mengesalkan hanya untuk menghindari pertengkaran, hanya untuk mereka tak tahu dengan siapa mereka berhadapan, agar siapa sebenarnya aku akan selalu jadi pertanyaan.
Terkadang aku bisa menjadi seorang penasihat yang kata katanya selalu di dengarkan. Bisa mengayomi tanpa banyak perhitungan. Bisa menjadi seseorang yang cintanya terabadikan.
Terkadang aku bisa menjadi konyol dengan banyak candaan. Banyak bertindak sebelum berfikir atas apa apa yang aku kerjakan.
Tetapi tetap,
'I have a devil in me', amarah bisa merubahku menjadi orang tak tahu aturan. Aku bisa jadi seseorang yang jika sebal jadi menakutkan. Aku sendiri masih belum cukup dewasa untuk jadi panutan.
Aku begitu bodoh untuk mengemis meminta keajiban dalam hidup yang aku titih saat ini, padahal keajaiban itu sendiri sudah aku jalani, sudah aku miliki, dan keajaiban itu adalah hidupku sendiri.
Aku punya ibu yang luar biasa hebatnya mengajariku untuk menjadi tegar dibalik kerasnya kehidupan. Wanita itu mengajariku arti kesabaran memang benar tak ada batasnya. Ia adalah keajaiban terbesar yang keberadaanya menjadikan aku bangga telah ia lahirkan.
Aku punya dua adik cantik yang keduanya begitu sempurna dimataku. Mereka begitu manis menghiasi rumah yang aku tinggali. Mereka begitu berarti dan akan selalu sepi jika mereka pergi.
Aku punya sahabat yang cintanya dahsyat. Tak pelak mereka membuatku sadar mereka benar benar keajaiban yang sudah dituliskan. Tak satupun dari mereka yang kerjanya mengecewakan. Mereka benar benar sebuah kehidupan. Mereka benar benar keajaiban. Dan aku tak pernah mau merasa kehilangan.
Keajaiban itu hidup disekatarmu. Keajaiban itu tak perlu bebentuk hal hal sinting gila diluar batasmu. Karna hidup sendiri adalah keajaiban itu.
Lihatlah sekitarmu. Orang orang yang mencintaimu. Mereka adalah keajaiban hidup yang Tuhan ciptakan buatmu. Syukuri itu. Sadari itu. Buat mereka bangga mengenal sosokmu. Buat mereka berfikir kalau kamu jugalah keajaiban itu.
Teruntuk ibu, adik & sahabatku. Terimakasih selama ini sudah mau jadi penasihat yang baik dalam tiap aduhanku. Terimakasih untuk mau jadi pendengar yang baik ketika aku banyak bicara mengenai hari hariku. Terimakasih untuk semua kesabaran menghadapi sosoku yang kerjanya hanya mnyulitkanmu.
Aku sayang kalian. Aku cinta kalian. Aku butuh kalian. Jangan pernah tinggalkan aku di kesendirian. Karna kalianlah alasanku untuk tetap hidup. Karna kalian adalah keajaiban Tuhan yang sudah sepantasnya aku perjuangkan.
Puisi ke-10 buat Majid.
Hidup mengajariku untuk menjadi tegar. Untuk menjadi sebuah pemenang dimedan perang. Untuk menjadi wanita yang hatinya tak lagi mudah dipatahkan.
Aku pernah jatuh cinta dengan seorang pria yang aku cintai mati matian namun tulusku ini ia abaikan. Dan aku sadar ini semua adalah kenyataan.
Aku mencintainya dan sampai saat inipun hatiku utuh miliknya. Namun aku sadar, kesempatan itu tak akan lagi datang. Aku tak mungkin lagi bisa bersamanya yang telah berbahagia dengan perempuan yang ia puja.
Ya, aku cemburu, melihat bagaimana ia dipenuhi cinta sementara aku sibuk meratapi cerita yang pernah kita jalin bersama. Bagaimana ia mulai kembali jatuh cinta dengan perempuan lain dan aku hanya bisa bermuram durja.
Tapi. Sekarang aku sadar, meratapinya adalah sebuah kesalahan besar. Yang bisa kini kulakukan adalah belajar atas semua kesalahan yang sudah aku catatkan.
Kakanda, aku akan berubah bukan untukmu. Tapi untuk diriku sendiri. Aku memang salah dan akan selalu salah karna masih mencintai sosokmu. Aku lelah untuk mengemis cintamu. Aku lelah memintamu kembali padaku.
Kakanda. Aku akan selalu menunggumu. Tak akan pernah bosan aku menjagamu dengan doaku. Takan pernah bosan rasaku teruntuk dirimu. Kamu akan selalu memiliki tempat dihati kecilku.
Bagaimanapun aku tak boleh terus begini. Tak boleh mengusik dunia percintaanmu yang amat berarti. Semoga wanitamu bisa mencintaimu lebih dari yang aku lakukan dulu. Semoga wanitamu tak pernah bosan mendengarkan candamu. Semoga wanitamu bisa lebih bersabar menghadapi sosokmu. Aku doakan kebahagiaan untukmu selalu.
Kakanda. Ingatlah selalu. Cinta ini akan selalu ada buatmu. Jika kau ingin kembali aku selalu jadi rumahmu.
Kakanda. Aku ingin istirahat dulu. Tak ingin kenal cinta dulu. Aku akan selalu menunggu dirimu. Kau tak mau kembalipun hatiku tetap kepunyaanmu.
Kakanda. Jadikan aku rumah buatmu. Kau tahu maksudnya?
Jadi begini. Bagaimanapun sejauh apapun sebagus apapun tempat kamu pergi. Tetaplah rumah tempatmu kembali.
Selamat pagi :)
Jumat, 03 Januari 2014
Kembali. Kembali. Kembali.
Jatuh cinta tak pernah beralasan. Semakin kuat bertanya kenapa semakin keras berfikir bagaimana semakin takan kau temukan jawaban.
Aku mencintaimu, itu terjadi begitu saja, itu bukan bagian dari rencana. Aku tak penah berfikir semuanya akan berakhir sia-sia.
Aku fikir kau akan jadi yang paling berbeda. Jangan tanya kenapa. Aku salah, aku tak pernah berfikir kau akan pergi. Aku tetap meyakini kau akan jadi yang lebih. Tapi kini teoriku salah besar.
Aku menoyor kepalaku sendiri. Menyalahkan sikapku. Tapi sekeras apapun aku mencoba. Kau tak mungkin kembali.
Aku tetap cinta kau kepala batu. Aku tetap menunggu kau lelah dan mencari sandaran. Bahuku akan selalu jadi milikmu. Hatiku rapat rapat kupagari kalau kalau nati kau kembali.
Kenapa kau tak bisa tak biaa kembali. Apakah sulit kau temukan jalanmu. Apa Tuhan tak menakdirkanmu buatku. Kalau iya. Bagaimana dengan rasaku?
Apakah kau tau bagaimana suara rintihku jika aku rindukan kamu. Bagaimanapun siapapun yang mendengarnya akan tersayat. Tangisan terburuk yang aku pernah buat. Tapi tangis itu selalu sama. Selalu sulit berhenti. Sama dengan rindu ini.
Kembali. Aku mau kamu kembali. Tinggalah disini. Jangan pernah pergi. Sakiti aku sesukamu. Remukan hatiku sesukamu. Tinju aku sebebasmu. Hempaskan aku sejauh kamu mau. Asal kamu kembali. Aku rela. Aku relakan itu.
Kamis, 02 Januari 2014
Untuk Siapapun Yang Mau Tau.
Sekiranya aku jatuh cinta. Aku akan menghujami tiap tiap hari mu dengan kata kata cinta bak pujangga dimabuk asmara. Pujianku memang manis. Rayuku tak pernah tak merdu. Tapi satu cintaku tak pernah menipu.
Sekiranya aku jatuh cinta. Aku akan menjadi sosok ibu kedua bagi mu. Tak setuju? Berdamailah dengan sesalmu. Tuan, masalah hidup ini tak sesempit lingkar kolormu. Kata kataku kadang akan menohok tajam memelintir logikamu. Hey tuan, kamu tak tau kerasnya hidupku. Orang tua yang tak lagi bersama, jadi pekerja diusia muda, eh lagi, pernah diancam dibunuh ditohok dengan belati dilehermu? Tidak pernahkan? Aku pernah. INI SUNGGUHAN!!! Jadi jangan kau fikir hidup itu semudah kerja otakmu.
Memangnya salah membetulkan sikap tuan yang suka berbohong dan mengada ngada itu? Aku hanya ingin saat dewasa kamu menjadi pria yang disukai sesama.
Memangnya salah mengingatkanmu mengaji dan sholat 5 waktu? Aku cuma mau kamu jadi imam yang baik buat keluargamu. Contoh baik bagi adik perempuanmu.
Memangnya salah melarangmu berhenti berkata kata kasar seperti itu? Aku hanya mau kamu dikasihi sekitarmu.
Sekiranya aku jatuh cinta. Aku pasti jadi seorang buta. Tutup mata tutup telinga dengan sosok sekalipun seribu kali lebih menawan dari apa yang kupunya.
Pecinta perunggu akan selalu memilih perunggu sekalipun ia diberi segunung emas. Dan aku akan selalu cinta kamu sekalipun justin bieber melamarku. Aku janjikan itu.
Tuan, wajahku satu. Aku bukan perempuan yang cinta mati didepanmu namun dibelakangmu mati matian memuja lelaki lain. Aku tidak seperti itu. Tulusku tak akan sanggup kau tebus sekalipun mampu.
Sekiranya aku jatuh cinta. Aku takan pernah lupa menyelipkan namamu di tiap sujudku agar untuk selamanya kamu berada disampingku. Agar bahagia selalu hidup dalam hari harimu. Agar aku menua bersamamu. Agar sampai di akhirat nanti kamu yang jadi imamku.
Aku tak cantik. Tapi untungnya berdusta itu sesuatu yang mustahil aku lakukan. Percayalah wanita seperti aku sanggup di pegang kata katanya. Jika suatu hari aku berubah fikiran, tenanglah. Aku tak pernah lupa mengabarkan. Tapi sama halnya seperti wanita lain hatiku cukup rapuh untuk kamu remukan.
Aku pencemburu tingkat berat. Penyidik hebat. Penegak kejujuran yang logikanya mampu menyentakan nalar. Aku mampu tau apa yang baru saja kamu lakukan jika aku ingin tahu. Jika aku jatuh cinta. Maka aku akan jatuh mati matian.
Tuan. Aku bukan cabe cabean. Bukan kimcil jalanan. Tapi aku bisa lebih hina dari mereka jika kamu tidak menjagaku. Katanya cinta mampu membuat buta. Aku sendiri belum tau rasanya. Tapi aku minta satu, jika kamu miliki aku maka jagalah kesucianku. Jangan sentuh aku sebelum aku jadi mahram mu. Tenang saja, jika kau minta bayaran dengan kesetiaanku akan aku bayar itu.
Tuan, aku memang penggila bola, rajin bergadang, suka main PES, tertawaku besar. Tapi aku tetap wanita. Air mataku tetap tumpah jika kamu berubah. Aku tetap meraung jika kamu pergi menjauh. Aku tetap meratap jika suatu hari nantinya kamu memilih untuk menjadikan apa yang telah dijalani menjadi sekedar 'pernah'.
Tuan. Bersediakah kamu jadi yang sama denganku jika nanti kita bersama. Jika kamu mau, bersahabatlah dengan kata selamanya. Berjanjilah kau akan menjadi sosok yang tidak biasa. Karna aku percaya aku adalah tulang rusuk dari seseorang pria hebat yang akan menjadi keajaiban terbesar hingga aku menua.
Tuan, aku berjanji akan merawatmu hingga kamu tertatih mengaduh ditiap langkahmu. Aku akan jadi yang paling pagi untuk membopongmu ketika kamu sudah tak mampu beridiri dari ranjangmu. Aku akan jadi yang paling bersabar ketika tiba masanya kamu akan lupa menaruh kacamatamu dimana. Aku akan merawat anak anak dan cucu cucumu dengan penuh cinta hingga kematian memisahkan kita berdua.
Tuan, aku bukan sosok yang sempurna. Tetaplah jadi laki laki. Tetaplah jadi imamku. Tetaplah jadikan kesabaranmu itu sebesar semesta. Aku tetap bisa marah dan kecewa. Aku tetap bisa putus asa. Berjanjilah kau akan mengikatku dan tak pernah melepasku sekalipun aku minta.
Suatu hari nanti kamu akan mengerti kenapa aku begitu dan begini. Aku bukan mengada ngada. Aku menjabarkan fakta. Semoga kamu bisa mengerti kakanda.
Untuk kamu, yang nantinya jadi inti duniaku. Matahariku.
Rabu, 01 Januari 2014
Pergi. Kejar Bahagiamu.
Dalam diam aku terkadang menyadari aku adalah pesakitan. Mengharapkan kembali sosok yang kurasa takan kembali begitu menyulitkan. Kini mataku terus menatap nanar pada masalalu yang berserakan.
Aku memungutinya. Memperhatikan bagaimana satu persatu berlalu. Membungkam mulutku, menyulitkan simpul bibirku untuk kembali tersenyum. Kau begitu berarti dimataku.
Kalanya waktu itu aku tidak terlalu mencintaimu mungkin kisahnya takan seperti ini buatku. Takan ada aku yang merengek merindukanmu yang sirna capainya dan tiap harinya mengaduh hal hal tentangmu.
Aku wanita september. Mengharapkan kembalinya seorang pria juni yang sedang jatuh cinta dengan gadis lain, diperaduan aku mengeluh, menagisi ketakutan kehilangan, padahal sebernarnya dari awal aku sudah kehilangan.
Yah, seperti kataku, sesakit apapun nanti aku akan selalu merindukanmu. Kata kataku punya masa, kamu akan selalu bisa menyimpanya selama itu belum sirna.
Sebisaku, aku akan selalu menunggu. Walaupun aku tau. Kamu hanya kesakitan untuku.
Pergi. Kejar bahagiamu.
Senin, 30 Desember 2013
Untuk Kamu Yang Selalu Luar Biasa Dimataku.
Kebijakan senja begitu biasa bagi mereka yang setiap pukul enam sore melihat langit merekah ditaburi warna biru jingga dan orange yang keindahanya tak mampu dijabarkan kata kata.
Alunan debur ombak begitu biasa bagi mereka yang tumbuh bersama dipinggiran pantai yang kecantikanya mampu disebut sebagai surga dunia.
Tak ada pentingnya kamu simak itu semua hanya majas antah berantah untuk menggambarkan sosok aku dimatamu.
Sayang.
Aku ingat betul saat pertama dulu bagaimana sepertinya kamu tak bisa melalui malam tanpa aku.
Tentang bagaimana kita rela melawan kantuk ditiap malam demi malam beralasan rindu yang rasanya begitu menggebu.
Aku ingat betul bagaimana kamu bilang rindu setiap detiknya ketika baru saja berpisah denganku.
Tentang bagaimana aku mengatur mati matian ritme jantungku ketika jemariku terbungkus hangat jemari jemari gagahmu.
Aku ingat betul bagaimana kamu mengatakan aku yang paling indah dalam hari harimu.
Tentang bagaimana kamu selalu menyelipkan tawa di setiap hari hari yang aku anggap buruk.
Tapi lagi, seiring waktu berlalu, kamu mengabaikan sesuatu yang tadinya kamu bilang indah bagimu.
Secepat itukah jenuh mu?
Tidakah kamu sadar aku sedikitpun tidak pernah merubah rasaku. Aku selalu menyimpan cinta yang sama sama seperti ketika pertama kali mata kita bertemu. Aku selalu merindukanmu disetiap detiku tanpa berharap kamu akan tau.
Ya. Mungkin kini aku terlihat biasa dimatamu. Atau mungkin lebih buruk daripada itu.
Tapi sayang, ingatlah.
Kamu pernah mencintai seorang gadis yang kebodohanya cukup untuk selalu memaafkan kesalahanmu.
Kamu pernah mencintai seorang gadis yang selalu melalui malamnya dan tertidur dalam keadaan merindukanmu.
Kamu pernah mencintai seorang gadis yang sampai detik ini cintanya untuh buatmu.
Kamu pernah mencintai seorang gadis yang menaruh rapih kata selamanya untuk sosok dirimu.
Aku tegaskan.
Gadis itu aku.
Minggu, 29 Desember 2013
Sedikit Cerita Tentang Kita
Aku pernah merasakan bagaimana bahagianya ketika mataku bertemu dengan mata seseorang yang aku harapkan bisa jadi selamanya di masa depan.
Aku pernah merasakan rasanya dicintai dengan tulus dan merasa jadi wanita paling beruntung di dunia. Ya aku pernah sebahagia itu.
Aku merasa bahagia pernah dicintai seseorang yang mampu membuatku lupa kalau di dunia ini masih ada kata "berakhir".
Tapi waktu ternyata memisahkan aku dan dia dengan segala macam cara sekalipun aku mati matian mempertahankan semua.
Ya semuanya, bahkan aku membuat sahabatku sendiri menangis melihat begitu aku berkorban untuknya.
Untuk sosok yang pada akhirnya meninggalkanku tanpa kenapa.
Aku beruntung pernah memilikinya. Aku beruntung pernah menjadi bagian dari hari harinya.
Aku tak pernah membencinya. Hanya saja aku terlalu mencintainya dan sampai detik ini aku tak tahu dimana aku bisa mencari penggantinya.
Aku sendiri memilih untuk menunggunya kembali berlari ke arahku walaupun aku tak tau kapan.
Rabu, 19 Desember 2012
Untuk pria gemini (lagi)
Kasih, aku tak butuh majas seindah apapun untuk menggambarkan sosokmu.
Karena namamu menggambarkan semua tentangmu.
Tentang sosok yang selalu jadi lentera dikegelapanku.
Tentang definisi dari keindahan Tuhan yang kini ada buatku.
Kasih, bukan berarti jarak yang membelenggu kita saat ini menjadi pemisah nyata antara kerinduan yang tiap malam kita ciptakan.
Tapi tentang bagaimana kita menata bayang bayang pesakitan yang masih berserakan.
Kasih, rasa ini sudah terlanjur terlalu menyibukan fikiranku.
Lagi-lagi dirimu yang selalu memadati kepalaku.
Lagi-lagi hanya kamu yang dapat mengatur ritme jantungku.
Lagi-lagi kamu yang membuatku kembali hina tersipu.
Kasih, aku mencintaimu dalam waktu yang tak terdefinisikan.
Aku mencintaimu dalam rotasi waktu yang takan tergantikan.
Aku mencitaimu dan ini bukan kiasan.
Aku mencintaimu untuk hidup dalam keabadian.
Senin, 17 Desember 2012
Untuk pria gemini
Aku tau aku takan bisa menjadi seperti oksigen yang mengalir dalam darahmu, memberi kehidupan buatmu ditiap perputaranya, aku tau ia amat penting buatmu.
Aku juga tak bisa jadi telephone genggam mu yang tanpanya kamu merasa ada yang hilang, yang slalu menghiburmu saat kau suntuk, aku tau ia juga amat penting buatmu.
Bahkan menjadi cerutupun aku tak sanggup, aku tak bisa menjadi sosok yang lebih kau rindukan darinya, yang mampu membuatmu lupa akan masalah, mampu membuatmu melepaskan penat harimu, dan aku tau ia amat penting buatmu. Pasti.
Tapi aku akan berusaha menjadi sosok yang selalu ada saat kau butuhkan sandaran, aku tau aku tak dibutuhkan jadi akan kucoba untuk dibutuhkan. Jangan tanya kenapa aku begitu mencintai, aku kepalang terjebak dalam labirin milikmu yang kau tata sejak juni.
Sabtu, 23 Juni 2012
Ini Definisi Kamu Bag.1
Kau mampu membuat dadaku tersendat, menahan semua cinta yang kau padatkan dihatiku.
Kau mampu membuatku tak berkutik dan membisu ketika berada di dekatmu.
Kau mampu membantuku bergerak dan menjadikan aku yang lebih baik ditiap pagi.
Kau mampu membuatku terjaga untuk selalu merasakan kehadiraanmu yang tak pernah mati.
Aku mendambamu dan membencimu secara bersamaan, kau simpulkan dua perasaan ini menjadi satu, membawaku kedalam banyak pertanyaan.
Tanpa sadar kau tuntun aku dan membawaku kedalam banyak perubahan.
Kau buatku memantaskan diriku untuk menjadi teman dihidupmu.
Dan aku harap cuma satu, kau tau itu.
Anisa nur Fadilah
12/06/2012
Sabtu, 09 Juni 2012
Ini Aku
Kenalkan, ini aku yang telah lama mendambamu secara diam-diam.
Ini aku yang telah lama mengagumi manis senyum-mu dari kejauhan.
Dan asalkan engkau tahu tiap kali kita bertemu, jutaan endorphine membuncah menyeruak dari ujung kaki hingga keubun-ubunku. Dan hanya kau yang mampu membuatku menggila seperti itu.
Kenalkan, ini aku yang selalu menyelipkan namamu dalam tiap tulus doaku.
Ini aku yang tidak pernah tidak merindukan sosokmu acuhmu.
Lima tahun aku merindukan sosokmu yang sempurna dimataku hampir setiap hari.
Lima tahun aku mencintaimu dan ini rahasiaku seorang diri.
Anisa nur fadillah
10/06/2012
Rindu
Pernahkah kausadari pesan pesan yang rintik hujan bawa untukmu?
Pesan rindu yang terkumpul menjadi satu dan pecah menjadi tangis sendu.
Kau hantarkan jutaan sesak didadaku.
Kau sayat rindu yang kian lama membunuhku.
Sadarkah kau disini ku tersudut mencoba melawan rinduku padamu, mencoba menepis semua imaginasi tentangmu.
Aku menyesal..
Menyesal membiarkanmu memasuki celah hatiku.
Membiarkanmu menorehkan luka disetiap jerit kerinduanku.
Membiarkanmu membawaku melambung tinggi dan menghempaskan rapuh tubuhku.
Kau biarkan semua yang berlalu menjadi masa lalu ketika aku masih mengharap hadirmu.
Aku, me-rindu-kan, Mu.
Anisa nur fadilah
30/03/2012